Duh, APBD Tekor, Pendapatan PNS Buleleng Terancam Dipangkas

Rabu, 01 September 2021 – 05:00 WIB
Duh, APBD Tekor, Pendapatan PNS Buleleng Terancam Dipangkas - JPNN.com Bali
Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna saat rapat pembahasan anggaran di Kantor Dewan Buleleng kemarin. (Eka Prasetya/Radarbali.id)

bali.jpnn.com, SINGARAJA - Kabar mengejutkan datang dari Pemkab Buleleng masuk awal bulan September.

Gara-gara APBD 2021 tekor, pendapatan pegawai negeri sipil (PNS) Buleleng terancam dipangkas.

“Hasil diskusi kami dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), anggaran APBD memang sangat tertekan. Kami prihatin dengan kondisi ini.

Sehingga harus benar-benar realistis pendapatan dan belanja yang akan kita susun pada APBD perubahan nanti,” ujar Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dikutip dari Radarbali.id.

Menurut Supriatna target pendapatan pada APBD 2021 terlalu tinggi. Yakni Rp 145,67 miliar.

Sementara berdasar hitung-hitungan realistis, realisasi pendapatan hingga akhir tahun mendatang diprediksi hanya di angka Rp 119,5 miliar.

Kegagalan mencapai target berdampak panjang.

Menurutnya, pemerintah akan kekurangan dana membiayai sejumlah program kegiatan.

APBD Buleleng tekor. Target yang terlalu tinggi jauh dari realisasi berdampak sistemik. Tunjangan pendapatan para PNS Buleleng pun terancam dipangkas