Drama Suami Bunuh Istri di Mataram; Berawal dari Teleponan Mesra, Tusuk Leher Istri di Kursi Plastik

Jumat, 03 September 2021 – 22:19 WIB
Drama Suami Bunuh Istri di Mataram; Berawal dari Teleponan Mesra, Tusuk Leher Istri di Kursi Plastik - JPNN.com Bali
Ilustrasi. (Dok.JPNN.com)

bali.jpnn.com, MATARAM - Kasus pembunuhan Halimatus Sa’diyah yang dilakukan suaminya sendiri, Ali Asgar, bergulir di PN Mataram kemarin.

Agendanya adalah mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Mutmainnah.

“Terdakwa didakwa melanggar Pasal  44 ayat 3 UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan juga Pasal 338 KUHP,” ujar JPU Mutmainnah.

Berdasar dakwaan, kasus KDRT yang berujung kematian korban terjadi pada Sabtu, 17 April 2021 sekitar pukul 01.00 WITA di jalan Adi Sucipto, Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Semua berawal saat terdakwa menasehati istrinya lantaran saat berdagang di Jalan Adi Sucipto, Jumat, 16 April, teleponan mesra dengan seorang laki-laki.

“Janganlah begitu. Saya ini masih suamimu,” ucap terdakwa.

Bukannya menerima nasihat sang suami, korban malah ngeyel dan mengeluarkan kata-kata kotor.

Terdakwa sendiri masih berusaha bersabar.

Kasus suami bunuh istri mulai disidangkan di PN Mataram. Berdasar dakwaan, pembunuhan berawal dari teleponan sang istri. Kesal, suaminya tusuk leher istri