Disnaker NTB: Kaling dan Lurah Harus Pastikan Warga Pakai Jalur Resmi

Senin, 27 Desember 2021 – 17:16 WIB
Disnaker NTB: Kaling dan Lurah Harus Pastikan Warga Pakai Jalur Resmi - JPNN.com Bali
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H Rudi Suryawan. Foto: ANTARA/Nirkomala

bali.jpnn.com, MATARAM - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menekankan pentingnya peran kepala lingkungan dan lurah saat memberikan rekomendasi kepada calon pekerja migran (PMI) guna mencegah PMI ilegal. 

"Peran kepala lingkungan dan lurah mencegah adanya PMI ilegal sangat penting, karena merekalah yang tahu persis kondisi warganya yang akan bekerja menjadi PMI," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram Rudi Suryawan di Mataram, Senin (27/12). 

Peran dan pengawasan dari kepala lingkungan dan lurah dapat dilakukan dari proses pembuatan paspor calon PMI yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat lingkungan.

Artinya, menurut dia, ketika ada warga yang hendak meminta rekomendasi pembuatan paspor sebagai calon PMI, aparat lingkungan harus memastikan bahwa warganya itu akan berangkat dari jalur resmi. 

"Jika tidak, sebaiknya dilakukan pendekatan dan sosialisasi serta mengarahkan warga menjadi PMI melalui jalur resmi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Terkait dengan itu, peran dari kepala lingkungan dan lurah juga diharapkan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan terkait dengan PMI legal dan ilegal. 

Meskipun diakuinya, untuk pemberangkatan PMI ilegal memang membutuhkan waktu relatif lama karena proses dilakukan secara selektif agar tidak ada PMI yang terkatung-katung karena bermasalah terhadap administrasinya atau kasus lainnya. 

"Mari kita sama-sama ingatkan warga agar jangan sampai 'termakan' iming-iming para calo yang menjanjikan hal indah, tetapi ujung-ujungnya merugikan diri sendiri dan orang banyak," katanya. 

Dinas Tenaga Kerja NTB: Kaling dan Lurah harus pastikan warga pakai jalur resmi untuk cegah adanya PMI ilegal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News