Hakim PN Negara Vonis 9 Tahun, Kakek Pemerkosa Cucu Menangis Minta Ampun

Rabu, 01 September 2021 – 04:00 WIB
Hakim PN Negara Vonis 9 Tahun, Kakek Pemerkosa Cucu Menangis Minta Ampun - JPNN.com Bali
Sidang putusan kasus persetubuhan kakek M dengan anak dibawah umur secara virtual di PN Negara, Selasa (31/8). (M.Basir/Radarbali.id)

bali.jpnn.com, JEMBRANA - Kakek M hanya bisa menangis dan memohon ampun saat majelis hakim PN Negara menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara.

Di depan Fakhrudin Said Ngaji, kakek berusia 79 tahun itu memohon kepada majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannya lantaran usianya sudah uzur.

“Mohon keringanan hukuman majelis hakim,” ujar terdakwa M dilansir dari Radarbali.id.

Namun, karena putusan sudah diketuk palu, majelis hakim menyarankan terdakwa M untuk banding jika tidak puas.

“Saudara terdakwa silakan banding jika tidak puas, pikir-pikir atau menerima putusan,” kata hakim Fakhrudin Said Ngaji.

Terdakwa M yang didampingi I Nyoman Aria Merta, pengacara dari pos bantuan hukum PN Negara selanjutnya menyatakan masih pikir-pikir atas putusan tersebut.

Begitu juga dengan jaksa penuntut umum Delfi Trimariono menyatakan hal yang sama.

“Kami juga masih pikir-pikir,” ujar jaksa Delfi Trimariono yang juga Kasipidum Kejari Jembrana.

Kakek pemerkosa cucu menangis minta ampun setelah divonis 9 tahun penjara oleh hakim PN Negara kemarin