Potensi Indikasi Geografis NTB Besar, Terinventarisasi 20, tetapi Minim Terdaftar

Minggu, 01 Desember 2024 – 08:28 WIB
Potensi Indikasi Geografis NTB Besar, Terinventarisasi 20, tetapi Minim Terdaftar - JPNN.com Bali
Kadiv Yankumham NTB Farida saat memberi pemaparan pada Seminar Nasional yang digelar Pusat Studi Kebijakan Publik dan Energi Universitas Sebelas Maret (UNS) di The Sunan Hotel Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (30/11). Foto: Kemenkumham NTB

Didalamnya termaktub perihal Indikasi Geografis serta penandatanganan nota kesepahaman dengan stakeholder terkait.

Farida mengatakan sampai saat ini baru lima produk Indikasi Geografis di NTB yang telah terdaftar, yakni Kangkung Lombok, Kopi Robusta Tambora, Madu Hutan Sumbawa, Mutiara Lombok, dan Susu Kuda Liar Sumbawa.

Farida menjelaskan sejumlah hambatan yang ditemui dalam pendaftaran produk Indikasi Geografis, yaitu minimnya pemahaman masyarakat tentang pelindungan Indikasi Geografis.

Kendala lainnya, yakni kesulitan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dalam membuat dokumen deskripsi sebagai syarat pendaftaran.

“Selain itu kurangnya peran aktif pemerintah daerah, dan belum pahamnya potensi ekonomi ketika sebuah produk telah terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis,” imbuhnya.

Menurutnya, Kanwil Kemenkumham NTB telah melakukan sejumlah upaya untuk mendorong pendaftaran produk Indikasi Geografis.

Seperti menjalin kerja sama dengan pemda, akademisi kampus, swasta melalui CSR, dan stakeholder terkait.

Selain itu juga melakukan sosialisasi.

NTB memiliki tanah yang relatif subur sehingga terdapat berbagai komoditas yang dapat didaftarkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG)
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News