Koster Sorot Pelanggaran Nyepi di Loloan Jembrana, Janji Bertemu Tokoh Muslim

bali.jpnn.com, DENPASAR - Pelanggaran selama Catur Brata Penyepian menjadi sorotan Gubernur Bali Wayan Koster.
Yang paling disorot adalah pelanggaran yang dilakukan masyarakat Loloan, Jembrana, Bali.
Diketahui saat Hari Suci Nyepi yang semestinya seluruh masyarakat Bali tidak beraktivitas di luar rumah selama 24 jam justru di Loloan Jembrana terjadi sebaliknya.
Pelanggaran Nyepi itu viral di media sosial yang menunjukkan masyarakat Loloan beraktivitas seperti biasa di luar rumah.
Mereka bahkan bersepeda, berkendara motor, hingga berjualan.
Warga Muslim di Loloan sendiri merupakan warga asli Bugis.
Menurut Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, warga Loloan adalah penduduk yang telah lama menetap di Jembrana sejak ratusan tahun lalu, bukan pendatang dari Jawa.
“Soal Loloan, nanti beberapa hari ke depan biar lewat dulu Idulfitri saya akan bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia, tokoh-tokoh Umat Muslim yang ada di NU dan Muhammadiyah,” kata Gubernur Koster dilansir dari Antara.
Pelanggaran Nyepi itu viral di media sosial yang menunjukkan masyarakat Loloan, Jembrana beraktivitas seperti biasa di luar rumah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News