Tari Sanghyang; Tarian Penolak Bala, Diakui Unesco Sebagai Warisan Budaya Dunia

Minggu, 23 Januari 2022 – 12:33 WIB
Tari Sanghyang; Tarian Penolak Bala, Diakui Unesco Sebagai Warisan Budaya Dunia - JPNN.com Bali
Penari menarikan Tari Sanghyang Memedi di Banjar Adat Sesana Kerta Warsa Jangu, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Foto: ANTARA/Naufal Fikri Yusuf

bali.jpnn.com, AMLAPURA - Bali kaya tarian tradisi.

 

Bahkan, Banjar Adat Sesana Kerta Warsa Jangu memiliki 18 jenis Tari Sanghyang, paling banyak dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Bali.

Tari Sanghyang yang ada di Banjar Adat Sesana Kerta Warsa Jangu di antaranya Tari Sanghyang Bojog, Memedi, Tutup, Celeng, Saab, Dongkang, Jaran Gading, Kerek, Dedari, Lelipi, Sri

Putut, Kuluk, Teter, Capah, Sampat, Lesung, Sembe, dan Sele Perau.

Bendesa  Desa Adat Desa Duda Komang Sujana mengatakan Tari Sanghyang biasanya dipentaskan sebagai penolak bala saat Usaba Dalem pada rangkaian perayaan Nyepi.

"Ini kami percaya dapat menyeimbangkan alam beserta seluruh isinya, terutama di wilayah ini," kata Komang Sujana.

Untuk melestarikan Tari Sanghyang, Banjar Adat Sesana Kerta Warsa Jangu berupaya  melestarikan Tari Sanghyang dengan menyelenggarakan pagelaran-pagelaran seni tradisi.

Tari Sanghyang hasil karya warga Banjar Sesana Kerta Warsa Jangu adalah tarian penolak bala, diakui Unesco sebagai warisan budaya dunia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News