Bendesa IGA Adi Wiraputra: Masyarakat Ingin Taman Wisata Alam Sangeh Jadi Hutan Adat

Selasa, 28 Desember 2021 – 06:06 WIB
Bendesa IGA Adi Wiraputra: Masyarakat Ingin Taman Wisata Alam Sangeh Jadi Hutan Adat - JPNN.com Bali
Wisatawan saat menikmati objek wisata Sangeh. Jumlah kunjungan belum normal. Dalam sehari hanya puluhan. Padahal, sebelum pandemi bisa mencapai ribuan. (Dok. Radarbali.id)

bali.jpnn.com, DENPASAR - Bendesa Adat Sangeh IGA Adi Wiraputra mengatakan, masyarakat dan para tokoh setempat menginginkan pemerintah pusat mengalihkan status Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh menjadi hutan adat.

Menurut dia, status hutan adat tersebut akan lebih tepat karena selama ini pemeliharaan TWA Sangeh yang dihuni ribuan kera dengan luas sekitar 10 hektare itu memang dilakukan oleh krama adat Sangeh, Abiansemal, Badung, Bali.

"Ini sudah menjadi impian bersama agar ada kepastian bagi anak cucu kami di sini.

"Apalagi di sini ada pura dan kawasan hutan yang merupakan bagian palemahan pura, sehingga sudah tentu akan selalu dijaga karena menjadi satu kesatuan dengan kawasan suci," ujar IGA Adi Wiraputra saat acara reses anggota Made Mangku Pastika.

IGA Adi Wiraputra mengatakan, TWA Sangeh dengan Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh, keberadaannya tetap lestari sampai sekarang karena apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan warga sudah tertuang dalam awig-awig.

Aturan adat tertulis tersebut didukung oleh sekitar 3.000 KK di Desa Adat Sangeh.

Bahkan, untuk menjaga kebersihan kawasan wisata ini, krama setempat dengan penuh kesadaran dari pukul 04.00-05.00 WITA sudah menyapu dan bersih-bersih TWA Sangeh.

Hal seperti ini mungkin tidak ada dilakukan di daerah lain.

Bendesa Adat Sangeh IGA Adi Wiraputra mengatakan, masyarakat ingin Taman Wisata Alam Sangeh jadi hutan adat