Kebakaran Hutan di NTB dan NTT Meluas, Waduh

Kamis, 23 Desember 2021 – 16:12 WIB
Kebakaran Hutan di NTB dan NTT Meluas, Waduh - JPNN.com Bali
Arsip Foto. Petugas Manggala Agni Daops Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Rawa Jaya, Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (11/8/2021). Foto: ANTARA /Nova Wahyudi

bali.jpnn.com, JAKARTA - Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa areal kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin meluas.

Pada 2020 kebakaran hutan di NTB terjadi pada lahan seluas 29.157 hektare, dan di tahun 2021 bertambah luas menjadi 100.908 hektare.

Di wilayah NTT sendiri, kebakaran menjangkau 114.719 hektare pada 2020, sementara di tahun 2021 bertambah menjadi 137.297 hektare.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2014, luas areal hutan dan lahan yang terbakar pada 2021 berkurang 1.547.598 hektare atau 87 persen lebih,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (KLHK) Laksmi Dhewanthi, Kamis (23/12).

Selain itu, ia melanjutkan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun 2020 dan 2021 asapnya tidak sampai melintasi batas negara.

Laksmi menekankan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran utamanya harus difokuskan pada kawasan-kawasan yang sering mengalami kebakaran.

"Kita masih harus fokus kepada wilayah-wilayah lain di luar kawasan hutan, terutama di kawasan pertanian dan perkebunan," katanya.

Untuk seluruh kawasan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, Laksmi mengungkapkan, turut terjadi peningkatan.

Di sepanjang Januari hingga November 2021 luasnya mencapai 353.222 hektare dari 296.942 hektare yang terjadi di tahun sebelumnya. (Antara/ket/JPNN)

Kebakaran hutan dan lahan di NTB dan NTT makin meluas tahun ini

Redaktur & Reporter : Efrata

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News