Bule Kanada Sebut 70 Persen Wisatawan ke Bali Turis Backpacker, Tolak Diskriminasi

Selasa, 21 September 2021 – 08:35 WIB
Bule Kanada Sebut 70 Persen Wisatawan ke Bali Turis Backpacker, Tolak Diskriminasi - JPNN.com Bali
Michael alias Nyoman Seraya mengutarakan pendapatnya soal pembatasan turis yang berlibur ke Bali saat normal nanti di studio pribadinya di Karangasem. (Agus Eka Purna Negara/Baliexpress.id)

bali.jpnn.com, AMLAPURA - Wacana pemerintah pusat bakal lebih banyak menjaring wisatawan berkelas daripada wisatawan backpacker mengundang kontroversi.

Terutama dari sisi wisatawan mancanegara sendiri.

Michael, bule Kanada yang menetap di Seraya, selama 20 tahun lebih mengatakan, hampir 70 persen wisatawan asing yang berada di Bali adalah turis backpacker.

Jika keran pariwisata Bali dibuka seperti saat normal, persentase itu diprediksi lebih tinggi lagi.

“Saya tidak mengerti kenapa orang menilai turis dengan gaya mengenakan tas ransel (backpacker) dianggap kotor, tidak memberikan dampak ekonomi.

Itu keliru, itu diskriminasi,” kata Michael, yang juga akrab disapa Bule Lengar ini, dilansir dari Baliexpress.id.

Nyoman Seraya, sapaan akrabnya malah khawatir, wacana penyaringan backpacker berdampak pada turunnya minat wisatawan datang ke Indonesia.

“Mereka akan memilih negara lain sebagai destinasi mereka,” ucapnya.

Bule Kanada yang menetap cukup lama di Bali, Michael alias Nyoman Seraya mengatakan, 70 persen wisatawan ke Bali adalah turis backpacker, tolak diskriminasi