Di Balik Proyek Shortcut Mengwi – Singaraja: Kerap Terima Intimidasi, Terpaksa Terima Ganti Rugi

Jumat, 03 September 2021 – 09:29 WIB
Di Balik Proyek Shortcut Mengwi – Singaraja: Kerap Terima Intimidasi, Terpaksa Terima Ganti Rugi - JPNN.com Bali
Syafrudin menunjukkan form ganti rugi lahan yang tidak sesuai. (Eka Prasetya/Radarbali.id)

bali.jpnn.com, SINGARAJA - Proses pembebasan lahan shortcut Mengwi – Singaraja menyisakan masalah.

Utamanya bagi warga yang memiliki lahan di wilayah Desa Pegayaman, Buleleng.

Warga diberikan nilai ganti rugi yang tak sesuai. Bahkan tanaman kebun mereka tak masuk dalam perhitungan apraisal.

Persoalan tersebut terkuak setelah Kamis kemarin (2/9) pemerintah Provinsi Bali melakukan peletakan batu pertama atas kelanjutan pembangunan jalan baru.

 “Awalnya ada 50 KK lebih yang menolak. Sekarang tinggali 16 KK karena mereka takut. Takutnya itu karena ada intimidasi dari kalangan perangkat desa.

Jadi mereka takut kehilangan uang, kehilangan tanahnya. Jadi mau nggak mau mereka harus menerima.

Kami yang tersisa 16 KK ini masih terus berjuang karena masih belum merasa cocok,

belum merasa puas. Kalau masih ada kesempatan harus diperjuangkan. Karena ini hak kami,” kata Syafrudin, warga Banjar Dinas Kubu, Pegayaman, Sukadada, Buleleng dilansir dari Baliexpress.

Proyek shortcut Mengwi - Singaraja masih menyisakan persoalan pembebasan lahan. Masih ada 16 KK yang menolak karena ganti rugi yang tidak sesuai.