Turki Kukuh Jegal Finlandia & Swedia Gabung NATO Gegara Melindungi Teroris

Sabtu, 21 Mei 2022 – 06:50 WIB
Turki Kukuh Jegal Finlandia & Swedia Gabung NATO Gegara Melindungi Teroris - JPNN.com Bali
Presiden Turki Tayyip Erdogan (kiri) dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg di kantor pusat Aliansi, di Brussels, Belgia, Senin (14/6/2021). Foto: ANTARA FOTO/Pool via ReutersFrancois Mori/hp.

bali.jpnn.com, ISTANBUL - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan akan berbicara dengan Finlandia Sabtu hari ini (21/5) terkait keputusan pemerintahnya menolak negara di kawasan Nordik itu bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Penolakan tersebut juga dilontarkan Presiden Erdogan saat melakukan pembicaraan dengan perdana menteri Belanda pada Jumat kemarin (19/5).

Langkah serupa juga dilakukan Presiden Erdogan untuk melakukan pembicaraan  dengan Inggris pada Sabtu.

Namun, Presiden Tayyip Erdogan tidak menyebutkan siapa yang akan dia ajak bicara di Finlandia dan Inggris.

"Tentu saja kami akan melanjutkan semua diskusi ini demi tidak mengganggu diplomasi," kata Presiden Erdogan kepada wartawan dilansir Antara dari Reuters.

Finlandia dan Swedia secara resmi mendaftar untuk bergabung dengan NATO pada Rabu (18/5), menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Langkah Finlandia dan Swedia bergabung ke blok pertahanan yang muncul sejak era perang dingin ini menemui jalan terjal.

Turki menuding Swedia dan Finlandia menampung orang-orang yang terkait dengan kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan pengikut Fethullah Gulen, yang dituduh Ankara mengatur upaya kudeta pada 2016.

Presiden Turki Tayyip Erdogan kukuh menjegal upaya Finlandia & Swedia bergabung dengan NATO gegara melindungi kelompok teroris

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News