Bocah 6 Tahun di Sikka NTT Mendadak Takut Air, Ternyata Positif Rabies

Kamis, 25 November 2021 – 11:39 WIB
Bocah 6 Tahun di Sikka NTT Mendadak Takut Air, Ternyata Positif Rabies - JPNN.com Bali
Petugas melakukan vaksinasi anjing untuk mencegah penyebaran rabies di Sikka, NTT. Foto: ANTARA/Kornelis Kaha

bali.jpnn.com, SIKKA - Seorang bocah perempuan berinisial PD, 6, asal Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, dinyatakan positif rabies setelah digigit anjing pada awal November lalu.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sikka, Albert Moang mengatakan, bocah tersebut diketahui menderita positif rabies setelah keluarga melaporkan anaknya tiba-tiba takut dengan air dan juga dengan embusan angin.

“Iya, benar, positif rabies,” ujar Albert Moang.

Insiden korban digigit anjing rabies diketahui saat korban sedang bermain di halaman rumahnya, dan tiba-tiba langsung digigit.

Agar tidak makin banyak korban, petugas menemui pemilik anjing untuk berkoordinasi.

Anjing rabies itu langsung dibunuh.

Sampelnya langsung dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk diteliti lebih lanjut.

"Pada tanggal 19 November hasilnya keluar dan menyatakan bahwa anjing tersebut positif rabies," kata Albert.

Seorang bocah 6 tahun di Kabupaten Sikka NTT mendadak takut air dan embusan angin. Setelah diselidiki ternyata positif rabies
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News