Nelayan Korban Badai Seroja di Kupang NTT Menjerit, Keluhkan Tak Ada Bantuan

Rabu, 17 November 2021 – 13:34 WIB
Nelayan Korban Badai Seroja di Kupang NTT Menjerit, Keluhkan Tak Ada Bantuan - JPNN.com Bali
Kapal nelayan di PPI Tenau rusak terkena dampak badai Seroja bulan April 2021 lalu. Foto: ANTARA

bali.jpnn.com, KUPANG - Koordinator nelayan Pelabuhan Perikanan Tenau Abdul Wahab Sidin mengeluhkan hingga saat ini tidak kunjung mendapat bantuan dari pemerintah.

Terutama untuk penanganan dampak bencana badai siklon tropis Seroja bagi nelayan setempat yang berbasis di Pelabuhan Perikanan Tenau Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Padahal, nelayan adalah kalangan masyarakat yang terkena dampak paling parah saat badai siklon Seroja menerjang NTT bulan April 2021 lalu.

"Teman-teman nelayan di Kota Kupang terutama di Namosain dan Alak sampai sekarang masih terus bertanya kenapa tidak ada bantuan Seroja," kata Abdul Wahab Sidin.

Kapal yang mereka gunakan untuk mencari ikan ke laut, tidak saja rusak, tetapi juga banyak yang hilang.

Dengan kondisi yang ada, mereka mulai kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Sudah tujuh bulan, kami tidak mendapatkan bantuan bahkan bahan pokok sekalipun dari pemerintah,” ujarnya.

Diakui, beberapa waktu lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan 1.000 paket sembako, tetapi tidak sampai ke tangan nelayan di Namosain dan Alak.

Nelayan korban badai Seroja di Kupang NTT menjerit. Mereka mengeluhkan tidak kunjung mendapat bantuan dari pemerintah