Daya Tarik Bendungan Tamblang: Pakai Inti Aspal, Jadi Objek Wisata Baru

Dari proses tersebut desa yang menjadi tempat penelitian sebelumnya, seperti Tamblang, Bontihing, Bebetin tidak memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan.
Desa yang memenuhi syarat hanya dua, yaitu Desa Bila dan Sawan dengan persentase lahan yang digunakan 30 persen desa lahan pertanian dan tebing di desa Bila, 70 persen lahan pertanian, dan tebing di Desa Sawan.
"Sejak 2021 sudah dirancang penyiapan desa yang berkaitan dengan pembangunan Bendungan Tamblang.
Dari segi pembangunan fisik dengan melengkapi sarana prasarana, perbaikan jaringan drainase yang secara langsung bersentuhan dengan Bendungan Tamblang," kata Perbekel Wira.
Pada aspek pembangunan nonfisik seandainya nanti bendungan ini sudah diresmikan menjadi tempat tujuan wisata, sudah disiapkan.
Di antaranya melatih komunikasi bahasa asing dan pelatihan memberikan service kepada wisatawan.
Potensi lain yang dikembangkan adalah pemberdayaan kerajinan pande besi dan pande gong.
"Para perajin ini nanti menyediakan souvenir dan produk inovatif lainnya yang akan difasilitasi berupa stand di objek wisata bendungan," tegasnya.
Daya Tarik Bendungan Tamblang: Satu-satunya di Indonesia yang memakai inti aspal, jadi objek wisata baru
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News