Distan Jembrana Sebut Minat Petani Ikut Asuransi Rendah

Selasa, 28 September 2021 – 00:16 WIB
Distan Jembrana Sebut Minat Petani Ikut Asuransi Rendah - JPNN.com Bali
Lahan sawah yang dipenuhi material banjir di Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. (M.Basir/Radarbali.id)

Sepetak sawah yang baru ditanami padi terendam banjir Senin malam lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, pada saat banjir terjadi beberapa waktu lalu memang ada lahan pertanian sekitar 25 hektare yang terkena dampak.

"Memang ada yang terdampak banjir, tetapi tidak terlalu parah. Sudah bisa dipulihkan lagi," ujar Sutama dilansir Radarbali.id.

Apabila ada lahan pertanian yang rusak hingga gagal panen, sebenarnya bisa mendapat asuransi pertanian.

Akan tetapi, hingga saat ini masih minim petani yang mengikuti program asuransi pertanian.

Padahal, bagi petani yang mengikuti asuransi mengalami gagal panen, bisa mendapat asuransi sesuai dengan nilai kerugian.

"Sayangnya, banyak petani yang tidak mengikuti program asuransi pertanian ini," katanya./

Menurutnya, dari luas lahan pertanian yang ada sekitar 6725 hektare, kurang dari 5 persen yang mengikuti asuransi pertanian.

Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana menyebut minat petani Jembrana mengikuti asuransi pertanian rendah. Padahal, program ini kaya manfaat