Petani dan Pengusaha Penggilingan Padi Bali Terkesan Program Electrifying Agriculture PLN

Senin, 20 September 2021 – 11:47 WIB
Petani dan Pengusaha Penggilingan Padi Bali Terkesan Program Electrifying Agriculture PLN - JPNN.com Bali
Iustrasi tanaman buah naga diterangi listrik pada malam hari. Foto: Antara/HO-PLN UID Bali

bali.jpnn.com, SINGARAJA - Penggunaan mesin berbasis listrik diakui para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sari Bumi Asih, Desa Sanggalangit, Buleleng, Bali, terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan lebih efisien

Program Electrifying Agriculture yang digagas PLN memberi kemudahan pada para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Mayoritas para petani sebelumnya menggunakan pompa air dengan energi listrik yang bersumber dari diesel dengan berbahan bakar solar untuk mengairi lahan persawahannya.

“Ini menyulitkan karena saat ini jumlah pembelian solar sudah dibatasi.

Padahal, saat ini musim kering sehingga frekuensi penyiraman harus ditingkatkan.

Belum lagi harga solar yang tinggi membebani para petani seperti kami,” ujar Ketua Subak Sumur Bor Sari Bumi Asih Nyoman Budiastika di Singaraja, Buleleng, Minggu.

Petani yang mengelola lahan seluas 35 hektare ini, kini mengaku telah menikmati kemudahan memperoleh air setelah dilakukan penyalaan listrik untuk kelompoknya sebesar 23.000 VA.
“Yang kami rasakan kini setelah menggunakan listrik dari PLN adalah pengeluaran biaya untuk sumber energi pompa air dapat dihemat hingga 50 persen.

Selain itu kami tidak ada biaya perawatan yang sebelumnya ada biaya perawatan mesin diesel.

Petani dan pengusaha penggilingan padi di Buleleng dan Tabanan menerima manfaat program Electrifying Agriculture yang digagas PLN