Covid-19 di Bali Tak Kunjung Melandai, Virolog Unud Mendadak Sentil Isoter dan Tracing Rendah

Sabtu, 21 Agustus 2021 – 07:04 WIB
Covid-19 di Bali Tak Kunjung Melandai, Virolog Unud Mendadak Sentil Isoter dan Tracing Rendah - JPNN.com Bali
Satgas Covid-19 mengevakuasi pasien isoman untuk dibawa ke tempat isolasi terpusat. Foto: Antara/Ayu Khania Pranishita

bali.jpnn.com, DENPASAR - Banyaknya pasien tanpa gejala –gejala (OTG-GR) yang memilih menjalani isolasi mandiri (isoman) daripada mengikuti isolasi terpusat (isoter) berdampak serius bagi penanganan covid-19 di Bali.

Tak kunjung melandainya penyebaran virus corona di Pulau Dewata adalah salah satu contohnya.

Bali masih konsisten dengan penambahan kasus baru covid-19 di atas angka 1.000 kasus per hari.

Karena itu, mau tidak mau, pasien isoman harus mengikuti isolasi terpusat karena ada pengawasan langsung dari petugas.

"Kalau isoman apakah bisa dipastikan tidak ada kontak dengan lain, kalau bisa itu baik,” ujar Ahli Virologi Universitas Udayana, Bali, Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika.

Namun, faktanya di lapangan berbanding terbalik. Masih tingginya kasus baru menandakan pasien isoman tidak disiplin menerapkan prokes sehingga menulari yang lain.

“Masalahnya sekarang, ya, tidak percaya yang isoman tidak kontak sama orang lain,” kata Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika.

Menurutnya, situasi sekarang sangat mencemaskan. Apalagi, tracing tidak bisa dilakukan secara maksimal sejak awal.

Tidak kunjung melandainya covid-19 di Bali mendapat sorotan virolog Unud Prof Mahardika. Selain faktor tracing, Prof Mahardika menyentil rendahnya tracing