Sosiolog Unud Sebut Pemindahan Pasien OTG-GR ke Isoter Pilihan Rasional

Jumat, 20 Agustus 2021 – 08:41 WIB
Sosiolog Unud Sebut Pemindahan Pasien OTG-GR ke Isoter Pilihan Rasional - JPNN.com Bali
Sosiolog Universitas Udayana Bali, Wahyu Budi Nugroho, mengatakan kebijakan pemindahan pasien isoman ke lokasi isoter sudah tepat dan rasional. Foto: Antara/Ayu Khania Pranishita

bali.jpnn.com, DENPASAR - Sejak sepekan terakhir, Satgas Covid-19 memindahkan ribuan pasien tanpa gejala maupun gejala ringan (OTG-GR) ke lokasi isolasi terpusat (Isoter).

Kebijakan baru tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran covid-19 di Bali yang tak kunjung melandai secara signifikan.

Menurut sosiolog Universitas Udayana, Bali, Wahyu Budi Nugroho, kebijakan baru tersebut cukup rasional mengingat ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan.

“Penyebaran covid-19 masih terjadi, karena itu perlu dipertimbangkan sumber daya dan risiko bagi masyarakat. Menurut saya, itu pilihan rasional,” kata Wahyu Budi Nugroho.

Menurutnya, isolasi mandiri baru bisa diterapkan saat pasien memiliki sumber daya yang memadai dan layak.

Seperti memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama isoman, termasuk kebutuhan akan obat-obatan dan makanan yang bergizi.

Namun, praktiknya, , berbagai kebutuhan tersebut umumnya sulit dipenuhi oleh masyarakat kelas bawah dan sebagian masyarakat kelas menengah.

Karena itu, penyediaan isolasi terpusat bisa jadi solusinya.

Sosiolog Unud Wahyu Budi Nugroho menyebut kebijakan pemindahan pasien isoman ke lokasi isolasi terpusat adalah pilihan rasional

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News