Asosiasi Pedagang Kaki Lima NTB Sorot Penyaluran BTPKLW oleh TNI dan Polri, Ini Temuannya

Rabu, 20 Oktober 2021 – 22:49 WIB
Asosiasi Pedagang Kaki Lima NTB Sorot Penyaluran BTPKLW oleh TNI dan Polri, Ini Temuannya - JPNN.com Bali
Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abdul Majid. ANTARA/Nur Imansyah/Dok

bali.jpnn.com, MATARAM - Penyaluran program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) untuk 5.800 pedagang oleh Polisi dan TNI diprotes Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

APKLI NTB menilai penyaluran program tersebut tidak sesuai dengan jumlah data riil PKL di Kota Mataram.

Ketua APKLI NTB Abdul Majid mengatakan, penyaluran BT-PKLW ini akan bertambah lagi 2.000 orang penerima di Kota Mataram.

Namun, angka riil jumlah PKL di Kota Mataram hanya sekitar 1.500 orang PKL.

“Ini yang kami pertanyakan data dari mana aparat kepolisian dan TNI menyalurkan bantuan pada PKL tersebut," tegas Ketua APKLI NTB Abdul Majid.

Berdasar data jumlah PKL yang dimiliki APKLI NTB di Kota Mataram 1.500 orang tersebar di beberapa titik di Kota Mataram.

Di antaranya di simpang lima Ampenan dan Pantai Ampenan.

Selanjutnya, di jalan Udayana, patung tembolak di Lingkar Selatan, kawasan bisnis Cakranegara, dan Pantai Loang Baloq.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima NTB menyorot penyaluran BTPKLW oleh TNI dan Polri karena datanya tidak sinkron dengan fakta di lapangan