LIPI Temukan Fitoplankton Berbahaya di Perairan Lombok Utara, Perhatikan Jenisnya

Selasa, 24 Agustus 2021 – 20:34 WIB
 LIPI Temukan Fitoplankton Berbahaya di Perairan Lombok Utara, Perhatikan Jenisnya - JPNN.com Bali
Beberapa jenis fitoplankton hasil penelitian Balai Bio Industri Laut (BBIL) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Teluk Kodek, Lombok Utara, NTB. Foto: Antara/Martha Herlinawati S

Terdapat pula beberapa spesies dari genus Ceratium yang tergolong berbahaya namun bersifat non toksik yang ditemukan di Teluk Kodek.

Spesies tersebut di antaranya Ceratium furca yang dapat menyebabkan kematian pada ikan seperti golongan ikan bawal.

Lalu Ceratium fusus yang dapat menyebabkan anoksia di dasar perairan sehingga menyebabkan kematian pada larva invertebrata.

Ada pula beberapa spesies dari genus Dinophysis yang menghasilkan racun asam okadaat (okadaic acid) sehingga termasuk dalam fitoplankton berbahaya.

Penyakit yang disebabkan racun tersebut dikenal dengan keracunan kerang diaretik atau Diarrhetic shellfish poisoning (DSP).

Keracunan DSP pada manusia, dapat terjadi karena mengkonsumsi hewan laut bercangkang terutama kerang yang sudah mengandung asam okadaat.

“Gejala yang diakibatkan penyakit tersebut adalah gangguan pencernaan atau diare, mual dan muntah,” tuturnya.

Varian Fahmi mengatakan, beberapa jenis fitoplankton yang hidup di perairan memiliki peran dalam jaringan makanan dan proses biogeokimia di laut.

Hasil penelitian Balai Bio Industri Laut LIPI menemukan ada beberapa jenis fitoplankton di perairan Teluk Kodek, Lombok Utara berbahaya bagi umat manusia
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News