Premium Menghilang, Giliran Pasokan Pertalite di NTB Berkurang, Ini Alasan Pertamina

Kamis, 05 Agustus 2021 – 22:37 WIB
Premium Menghilang, Giliran Pasokan Pertalite di NTB Berkurang, Ini Alasan Pertamina - JPNN.com Bali
Warga Ampenan antre BBM jenis pertalite di salah satu SPBU. Sejak lima hari terakhir, pasokan pertalite di NTB mulai berkurang. (dok.Radarlombok.co.id)

bali.jpnn.com, MATARAM - Setelah premium menghilang dari pasar, giliran masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) kesulitan mendapat pasokan pertalite.

Penjualan BBM Pertalite di sejumlah SPBU di NTB mulai kosong. Petugas SPBU di Kota Mataram mengakui pasokan BBM Pertalite dikurangi Pertamina.

Di SPBU Karang Jangkong, misalnya, biasanya mendapatkan pasokan 16.000 liter hingga 18.000 liter per hari, kini hanya mendapatkan 8.000 liter saja per hari.

 “Sudah beberapa hari ini pasokan BBM Pertalite dikurangi sama Pertamina. Permintaan cukup tinggi, tapi karena kosong, masyarakat terpaksa beli Pertamax,” tutur petugas SPBU Karang Jangkong dikutip Radarlombok.co.id.

Kondisi serupa terjadi di SPBU lain Ampenan maupun tempat lain di Kota Mataram. Pengurangan pasokan terjadi sejak 5 hari lalu.

Padahal, permintaan untuk BBM jenis Pertalite sangat tinggi. Mengingat untuk BBM subsidi jenis Premium sudah dihapus oleh pemerintah.

Padahal dari Pertamina sendiri telah mengusung Program Langit Biru, berupa pemberian harga khusus BBM dengan nilai oktan lebih tinggi, yaitu Pertalite menjadi seharga Premium atau sekitar Rp 6.450 per liter.

Di lain sisi, Section Head Communication Pertamina MOR V, Arya Yusa Dwicandra mengklaim kalau stok Pertalite aman dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat NTB.

Setelah premium menghilang dari pasar, giliran masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) kesulitan mendapat pasokan pertalite
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News