Menengok Mesin Roasting Tua di Pabrik Kopi Banyuatis; Pakai Kayu Bakar, Jadi Atraksi Wisata

Senin, 04 Oktober 2021 – 00:15 WIB
Menengok Mesin Roasting Tua di Pabrik Kopi Banyuatis; Pakai Kayu Bakar, Jadi Atraksi Wisata - JPNN.com Bali
Pekerja di pabrik kopi Banyuatis tengah bekerja meroasting biji kopi. Meski sudah uzur, cara lawas roasting biji kopi ini jadi atraksi wisata andalan di Buleleng. (Eka Prasetya/Radarbali.id)

Kopi Banyuatis merupakan salah satu kopi tertua yang ada di Bali.

Kopi ini muncul pada tahun 1970 dan masih bertahan hingga kini.

Meski pola pengolahan kopi makin modern, mereka masih bertahan dengan pola konvensional.

Kini perusahaan masih menggunakan dua buah mesin roasting lawas dengan kapasitas 200 kg. 

Mesin itu masih digunakan meski perusahaan telah memiliki mesin roasting yang modern.

Gede Pusaka merupakan generasi kedua di perusahaan tersebut.

Kopi Banyuatis dirintis oleh Ketut Englan, yang tak lain ayah dari Gede Pusaka.

Sejak 2011 Pusaka, meneruskan usaha keluarga tersebut.

Mesin roasting tua di Pabrik Kopi Banyuatis selama ini mengandalkan kayu bakar untuk meroasting biji kopi. Bahkan, kini jadi atraksi wisata
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News