Delegasi WWF ke-10 Belajar Konsep Pariwisata Berkelanjutan di Jatiluwih Bali

Minggu, 28 April 2024 – 21:08 WIB
Delegasi WWF ke-10 Belajar Konsep Pariwisata Berkelanjutan di Jatiluwih Bali - JPNN.com Bali
Wisatawan mancanegara menyusuri persawahan saat liburan di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, Bali. Objek wisata tersebut menjadi salah satu lokasi kunjungan delegasi WWF pada 18-25 Mei 2024. Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo/nz

bali.jpnn.com, TABANAN - Pemerintah mendorong upaya-upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali, sebagai salah satu percontohan peralihan quantity tourism ke quality tourism.

Desa Jatiluwih terpilih sebagai destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan diselenggarakan pada 18 - 25 Mei 2024 di Nusa Dua, Bali.

“Kami sangat mendukung upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Jatiluwih.

Ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang beralih dari quantity tourism ke quality tourism,” kata Menparekraf Sandiaga Uno di Bali.

Desa Jatiluwih telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2012.

Desa ini merupakan representasi dari pengembangan pariwisata Indonesia di masa depan, yaitu pariwisata yang berbasis keberlanjutan lingkungan (sustainable tourism).

Terkenal dengan sistem subaknya, Desa Jatiluwih menghasilkan padi sebagai komoditas utama hasil pertaniannya.

Beras yang dihasilkan di wilayah Jatiluwih merupakan beras merah yang terbaik di wilayah Bali.

Delegasi WWF ke-10 bakal diberi kesempatan belajar konsep pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News