Menteri Fadli Zon Resmikan Museum Sarkofagus, Rekam Jejak Bali & Nusantara di Masa Silam

“Jejak peradaban kita ini menunjukkan adanya interaksi antar-budaya sejak masa prasejarah,” kata Menteri Fadli Zon.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam berbagai kebudayaan, termasuk Mesir kuno, Yunani, dan Romawi, sarkofagus digunakan sebagai bagian dari kepercayaan terhadap transisi ke kehidupan berikutnya.
Sarkofagus yang ditemukan di Bali ini bahkan lebih primitif sehingga bisa jadi lebih tua, dengan berbagai motif ukiran yang masih menjadi misteri.
“Kita akan dorong kajian dan penelitian lanjutan terhadap temuan-temuan ini, untuk mengungkap lebih banyak informasi dan tata hidup masyarakat prasejarah Nusantara,” ucapnya.
Fadli Zon berharap aktivasi museum ini dapat membawa narasi peradaban kuno lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, jika temuan ini hanya dibiarkan sebagai artefak statis, maka ia tidak akan hidup.
“Perlu ada edukasi lebih lanjut bagi masyarakat, penelitian mendalam, serta pendekatan yang membuat generasi muda merasa dekat dengan sejarah ini,” kata Fadli Zon.
Oleh karena itu, Museum Sarkofagus dirancang lebih imersif dan edukatif, termasuk bekerja sama dengan Universitas Udayana dan Asosiasi Museum Indonesia (AMI) dalam pengembangan digitalisasi dan multimedia interaktif.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya meresmikan Museum Sarkofagus di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (27/2) yang menyimpan banyak jejak peninggalan prasejarah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News