Menhub Update Proyek LRT Bali, Pemda Jadi Pemegang Saham Mayoritas, Bagaimana Korsel?

“Pak Gubernur Bali dan Pak Bupati Badung sudah bersedia menjadi penyangga mendanai capex," kata Menhub Budi Karya Sumadi dilansir dari laman Kemenhub RI.
Untuk skema pendanaan dapat dilakukan dengan berbagai opsi, termasuk Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Sebelumnya, Korea Selatan telah menyatakan kesiapannya untuk membangun proyek LRT di Bali.
Korea Selatan akan mendanai feasibility study (FS) alias studi kelayakan melalui skema official development assistance (ODA).
Untuk pendanaan konstruksinya akan dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP).
Menhub Budi Karya Sumadi berharap dengan adanya koordinasi secara intensif bersama seluruh stakeholder, proyek pembangunan transportasi massal perkeretaapian di Bali ini bisa segera terwujud.
Tahap awal, pembangunan fase 1 LRT, yaitu dari Bandara Ngurah Rai ke Seminyak, melalui Central Parkir.
Berdasar studi kelayakan yang dirilis pada 2021, rute LRT akan menempuh jarak 9,46 kilometer, dengan empat pemberhentian di sepanjang jalan bandara, Central Parkir Kuta, Discovery Mall, dan Seminyak.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengupdate proyek LRT Bali yang menghubungkan Bandara - Seminyak, Pemda jadi pemegang saham mayoritas, bagaimana Korsel?
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News