Paus Sperma Terdampar di Pantai Legian Tebar Bau Busuk, Ini Temuan BKSDA Bali

Dokter hewan yang bertugas hanya melakukan pengambilan sampel pada bagian sirip untuk pemeriksaan lebih lanjut melalui uji laboratorium," kata Agus Budi Santoso.
Agus Budi Santoso mengatakan upaya penguburan terhadap bangkai paus segera dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit kepada manusia mengingat kondisinya yang mulai membusuk.
Menurut Agus Budi Santoso, evakuasi dan penguburan bangkai paus sperma dilakukan bersama-sama dengan masyarakat sekitar, Pemda Badung, DLHK Kabupaten Badung, aparat dari Kelurahan Legian, Life Guard Balawista, Babinkamtibmas dan Polairud Polda Bali.
Agus Budi Santoso mengatakan penyebab paus terdampar diketahui dapat disebabkan oleh faktor alamiah seperti penyakit, navigasi yang salah, atau gangguan lingkungan laut.
"Faktor manusia seperti perubahan iklim, polusi, dan kebisingan juga dapat berkontribusi," kata Agus Budi Santoso.
Oleh karena itu, petugas BKSDA Bali meminta agar area sekitar pantai dijaga dengan baik untuk mencegah gangguan yang dapat merugikan paus atau menghambat upaya penyelamatan.
Paus sperma merupakan mamalia yang dilindungi Undang-Undang berdasarkan Permen LHK No. P. 106/MENLHL/SETJEN/KUM.1/12/2016. (lia/JPNN)
Mamalia Paus Sperma ditemukan terdampar di Pantai Legian tebar bau busuk dan menganggu aktivitas pariwisata, ini temuan BKSDA Bali
Redaktur & Reporter : Ali Mustofa
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News