Ketua BEM Unud Dituding Jadi Provokator G20, Ramai di Twitter, Responsnya Menohok

Adapun yang dimaksud dirinya terkait mempersempit ruang demokrasi adalah salah satunya soal pembubaran kelompok mahasiswa yang hendak melakukan diskusi di Gedung Media Center Universitas Udayana, Senin (14/11) lalu.
Darryl Dwi Putra menuturkan, mulanya ia menaikkan sebuah gambar yang diunggah kembali dari akun milik Bangsa Mahasiswa.
Dalam kisah Instagram tersebut ia menambahkan pertanyaan soal tanggapan penonton mengenai ruang demokrasi yang dipersempit, tetapi tak lama unggahan tersebut lenyap dengan sendirinya.
Menurutnya, organisasi lingkungan Greenpeace terlebih dahulu mengunggah hal serupa sebagai bentuk pandangannya terkait krisis iklim.
"Memang makna dari kisah Instagram yang saya sebutkan adalah untuk menyampaikan pertanyaan saya.
Saya ingin memantik forum diskusi, makanya saya juga meletakkan kolom pertanyaan di sana," imbuhnya.
Ia sendiri memandang ajang G20 yang berhasil dilewati puncaknya dua hari di Bali itu sebagai pertemuan yang menghadirkan sisi pro dan kontra.
Namun, Darryl menyatakan harapannya agar segala kesepakatan dan janji dalam forum tersebut berpihak kepada masyarakat. (lia/JPNN)
Ketua BEM Unud Darryl Dwi Putra dituding jadi provokator penolakan KTT G20 di Bali, namanya ramai jadi bahan gunjingan di Twitter, responsnya menohok
Redaktur & Reporter : Ali Mustofa
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News