Koster Jawab Polemik Terminal LNG, Tolong Simak Baik-baik

Rabu, 20 Juli 2022 – 17:11 WIB
Koster Jawab Polemik Terminal LNG, Tolong Simak Baik-baik - JPNN.com Bali
Gubernur Bali Wayan Koster dalam suatu kesempatan belum lama ini. Foto: ANTARA/HO

bali.jpnn.com, DENPASAR - Polemik pembangunan Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) yang mendapat penolakan masyarakat Desa Adat Intaran, Sanur, Denpasar, akhirnya terjawab.

Gubernur Bali Wayan Koster dengan tegas menyatakan Perusda tidak boleh membangun Terminal LNG di area hutan mangrove dan mengganggu terumbu karang yang ada di perairan Desa Sidakarya, Sesetan, Serangan, Intaran - Sanur, dan Pedungan.

“Terus terang pemerintah pusat mau menambah lagi proyek pembangkit listrik 500 MW di Sanur, tetapi saya tolak,” ujar Koster saat Rapat Paripurna ke-19 DPRD Bali Masa Persidangan II TA 2022.

Koster mendalilkan alasan penolakannya lantaran dirinya ingin membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

“Saya sampaikan ke pusat, 340 MW yang di Sanur dari Paiton (Probolinggo) akan saya fungsikan sebagai sub sharing dan tidak menjadi saluran utama.

Jadi, hanya disalurkan ketika terjadi masalah di Bali.

Saya hanya mau membangun pembangkit tenaga listrik dengan energi bersih,” kata Koster dilansir dari laman resmi Pemprov Bali.

Keinginan Koster sebagai orang nomor satu di Provinsi Bali bersambut.

Gubernur Bali Wayan Koster menjawab polemik pembangunan Terminal LNG yang masih dipersoalkan warga Desa Adat Intaran Sanur, tolong simak baik-baik
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News