Warga Desa Ban Trauma Gempa Karangasem, Sementara Pilih Tidur Beratap Langit

Selasa, 19 Oktober 2021 – 03:23 WIB
Warga Desa Ban Trauma Gempa Karangasem, Sementara Pilih Tidur Beratap Langit - JPNN.com Bali
Warga Manikaji, Desa Ban, Karangasem, Minggu (17/10), memilih tidur di luar rumah lantaran trauma terjadi gempa susulan. (Istimewa)

bali.jpnn.com, AMLAPURA - Rasa trauma masih menghinggapi warga Desa Ban, Kecamatan Kubu, korban gempa berkekuatan 4,8 skala richter (SR) yang terjadi Sabtu (16/10) dini hari lalu.

Meski gempa telah berlalu, warga setempat memilih tidur beratap langit lantaran takut gempa susulan kembali terjadi.

Mereka rela mendirikan tenda darurat berbahan terpal di halaman rumah masing-masing untuk sementara waktu.

“Takut.

Kalau tidur di dalam masih terbayang-bayang.

Malah tidak bisa tidur kalau ingat gempa kemarin,” ujar Ni Wayan Nuriani, warga Banjar Jatituhu, Desa Ban, dilansir dari Baliexpress.id.

Keputusan tidur di luar rumah tidak hanya dilakukan para korban yang rumahnya rata dengan tanah akibat gempa, tetapi juga yang rumahnya hanya rusak sebagian.

Salah satunya Nyoman Tindih.

Warga Desa Ban, Kubu, Karangsem masih trauma dengan gempa yang terjadi Sabtu lalu. Mereka memilih tidur beratap langit sementara waktu