Gempa Karangasem Picu Longsor dan Makan Korban Jiwa, Ini Analisis BMKG Denpasar

Sabtu, 16 Oktober 2021 – 21:44 WIB
Gempa Karangasem Picu Longsor dan Makan Korban Jiwa, Ini Analisis BMKG Denpasar - JPNN.com Bali
Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra didampingi Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan mengecek lokasi tanah longsor di Desa Truyan, Kintamani, Bangli yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia. (Istimewa)

bali.jpnn.com, BANGLI - Gempa berkekuatan 4,2 skala richter (SR) yang menguncang Karangasem, Bali, Sabtu pagi (16/10) pukul 04.18 Wita memakan korban jiwa.

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan 7 lainnya mengalami luka berat.

Gempa yang berpusat di 8.32 LS dan 115.45 BT pada kedalaman 10 km tersebut juga memicu terjadinya longsoran (landslide) dan reruntuhan batu (rockfall) di Banjar Cemara Landung, Desa Terunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Menurut analisis Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, gempa Karangasem tergolong gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar lokal.

“Hal ini bisa dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Jadi, gempa di Karangasem Sabtu pagi tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” ujar Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, Agus Wahyu Raharjo.

Hingga pukul 16.42 Wita, BMKG mencatat terjadi gempa susulan (aftershock) sebanyak dua kali dengan magnitudo 3,8 SR dan 2,7 SR yang dirasakan di Karangasem.

Berdasarkan kajian risiko dari InaRisk BNPB, wilayah Provinsi Bali memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi terhadap potensi ancaman gempa.

Gempa Karangasem picu longsor di Desa Trunyan, Kintamani, Bangli dan memakan korban jiwa. BMKG menganalisa kondisi ini akibat aktivitas sesar lokal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News