Masuk Musim Kemarau, BMKG Sebut Masih Tersisa Hujan di Bali Tengah

Selasa, 27 Juli 2021 – 10:00 WIB
Masuk Musim Kemarau, BMKG Sebut Masih Tersisa Hujan di Bali Tengah - JPNN.com Bali
Cuaca panas di musim kemarau. Foto: Natalia/JPNN

bali.jpnn.com, DENPASAR - Sejumlah wilayah di Bali saat ini sudah memasuki musim kemarau. Hal itu membuat potensi hujan berkurang.

Kalaupun turun hujan terjadi di wilayah Bali Tengah, seperti di utara Kabupaten Tabanan dan Jembrana bagian tengah.

“Berdasar pantauan citra radar kami, di Bali tidak ada gangguan cuaca yang berarti. Bahkan secara umum ke depan cuaca cerah hingga berawan, dan potensi hujan berkurang,” kata prakirawan cuaca BBMKG III Denpasar, Putu Agus Dedi Permana.

Ditanya pada malam hari udara masih terasa dingin hingga pagi hari, Agus menyebut hal itu sebagai fenomena wajar saat peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Dijelaskan, pada malam hari ini potensi terbentuknya awan tergolong kurang. Pada saat malam hari juga permukaan bumi sedang melakukan proses pelepasan panas.

Tapi, lanjut Agus, karena tidak ada tutupan awan, menyebabkan panas dari permukaan bumi yang terlepas ke angkasa tidak ada yang menghalangi.

“Akibatnya yang terjadi suhu udara semakin dingin di malam hari,” beber Putu Agus Dedi Permana.

Pun saat disinggung pada pagi hari hingga sore sering mendung, Agus menyebut hal itu tidak ada hubungannya dengan gangguan cuaca. “Dilihat secara umum ke depan cerah hingga berawan,” tukasnya. (rb/san/JRB)

Potensi hujan mulai berkurang di Bali. Kalaupun turun hujan terjadi di wilayah Bali Tengah, seperti di Kabupaten Tabanan