Kehidupan Napi di Lapas Tak Seburuk yang Dikira, Antrabez Buktinya

"Sudah sepantasnya seluruh komponen masyarakat memberikan ruang-ruang apresiasi kepada narapidana maupun mantan narapidana. Tembok lapas dan jeruji besi bukan halangan bagi warga binaan untuk terus berkreativitas," ujarnya.
Baca Juga:
Film dokumenter Antrabez yang disutradarai oleh Erick EST menggambarkan kondisi warga binaan di lapas, khususnya Lapas Kelas IIA Kerobokan dan perjalanan grup band Antrabez selama 2016-2021.
Mereka terus berkarya lewat lagu-lagu serta video klip yang dibuat, meskipun mereka berada di dalam lapas guna menjalani masa tahanan.
Dengan pemutaran film Antrabez diharapkan masyarakat mengetahui bahwa kondisi lapas tidak seseram yang dipersepsikan masyarakat.
Dalam acara yang turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Jamaruli Manihuruk, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, serta unsur forkompimda, juga digelar pameran seni hasil warga binaan.
Karya seni yang dipamerkan berupa lukisan, vas bunga, tas, baju yang menggunakan bahan baku dari limbah daur ulang.
Pemutaran film dokumenter Antrabez selama lima hari, mulai Rabu ini, pukul 14.00 Wita secara gratis di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar. (Antara/ket/JPNN)
Kehidupan para narapidana atau warga binaan di lembaga pemasyarakatan ternyata tak seburuk yang dikira orang banyak, Antrabez buktinya
Redaktur & Reporter : Ni Ketut Efrata Fransiska
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News