Ketua AMP Bali Sebut Merdeka Solusi Paling Demokratis Bagi Bangsa Papua

Kamis, 02 Desember 2021 – 16:43 WIB
Ketua AMP Bali Sebut Merdeka Solusi Paling Demokratis Bagi Bangsa Papua - JPNN.com Bali
Aksi AMP Komite Bali saat mengelar aksi demonstrasi di Renon, Denpasar kemarin dan mendapat perlawanan dari para ormas pencinta NKRI. (Sentot Prayogi/JPNN.com)

bali.jpnn.com, DENPASAR - Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Bali Yesaya Gobay mengatakan, aksi demonstrasi yang mereka gelar di Renon, Denpasar, kemarin (1/12) adalah aksi damai untuk meminta kemerdekaan Papua Barat (West Papua).

Papua Barat yang mereka maksud bukan semata Provinsi Papua Barat, tetapi juga Provinsi Papua yang saat ini masuk wilayah administratif pemerintah Indonesia.

Kecuali wilayah Papua Timur yang masuk Negara Papua Nugini.

Menurut Yesaya Gobay, tuntutan AMP Bali adalah bagaimana menyelesaikan masalah Papua dengan menjunjung tinggi hak menentukan nasib sendiri (right to self determination).

“Menentukan nasib sendiri sebagai solusi paling demokratis bagi bangsa Papua,” kata Yesaya Gobay dilansir dari Radarbali.id.

Pihak AMP menjadikan 1 Desember 1961 sebagai hari kemerdekaan Papua, yakni ketika pemerintah Belanda mengakui Kemerdekaan Papua.

Sedangkan pemerintah Indonesia menganggap masalah Papua sudah selesai setelah ada Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969.

Dalam Pepera itu pemilih secara bulat memilih bergabung Indonesia.

Ketua AMP Komite Bali Yesaya Gobay mengatakan, menentukan nasib sendiri alias merdeka adalah solusi paling demokratis bagi Bangsa Papua