Indonesia Tolak IPU Jadi Alat Mengutuk Invasi Rusia ke Ukraina, Tawarkan Dialog Atasi Konflik

Namun, Ukraina kemudian mencabut draf usulan tersebut sebelum voting??????? dilakukan.
Dengan demikian, terdapat dua usulan draf resolusi yang tersisa, yaitu dari parlemen Indonesia dan parlemen Selandia Baru.
Meskipun Indonesia kalah suara dari Selandia Baru, Fadli Zon mengatakan draf usulan kedua parlemen tersebut memiliki kesamaan secara substansi, yaitu mendorong IPU membuka dialog antara Rusia dan Ukraina.
"Itu hanya berbeda diksinya," kata Fadli Zon.
Menurut Fadli Zon, Indonesia sebagai tuan rumah tidak ingin forum kongres antarparlemen dunia tersebut digunakan sebagai alat untuk mengutuk salah satu pihak di konflik Rusia dan Ukraina.
"Misi kami tercapai, karena kami ingin me-moderasi.
Kami sebagai tuan rumah tidak mau (IPU) ini (digunakan) untuk mengutuk salah satu pihak," kata Fadli Zon.
Menurut Fadli, ketika terjadi agresi dari suatu negara ke negara lain, Indonesia berupaya agar forum-forum internasional tidak sibuk mengecam atau berpihak pada kubu tertentu.
Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia menolak IPU jadi alat untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina, tawarkan dialog atasi konflik
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News