Putu Supadma Rudana: Hari Raya Nyepi Solusi Atasi Dampak Perubahan Iklim

Senin, 21 Maret 2022 – 09:09 WIB
Putu Supadma Rudana: Hari Raya Nyepi Solusi Atasi Dampak Perubahan Iklim - JPNN.com Bali
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Putu Supadma Rudana memberi keterangan kepada media di lokasi acara Sidang ke-144 IPU di BICC, Nusa Dua, Bali, Sabtu (19/3/2021). Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi

bali.jpnn.com, NUSA DUA - Hari Raya Nyepi adalah salah satu kearifan lokal Bali dalam menjawab dampak perubahan iklim.

Karena itu, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana akan menyuarakan kearifan lokal ini dalam Sidang IPU (Inter-Parliamentary Union) 144 di BICC Nusa Dua, Bali yang dihadiri oleh 155 negara.

Politikus Partai Demokrat ini mengatakan Bali memiliki kearifan lokal yang bisa memberikan kontribusi atau menjawab tantangan global dalam menghadapi isu climate change.

Sebab, Bali memiliki filosofi Tri Hita Karana, konsep hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Pencipta.

Filosofi Tri Hita Karana korelasinya ke earth hour.

“Kalau itu (earth hour) kan hanya jam saja.

Kalau Hari Raya Nyepi di Bali itu berlaku 24 jam, artinya itu suatu gagasan yang luar biasa," kata Putu Supadma Rudana di Nusa Dua Bali pada Minggu (20/3).

Anggota DPR RI asal Ubud, Gianyar, ini menambahkan ada kearifan lokal lain di Bali yang berhubungan dengan alam, yakni subak.

Wakil BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan Hari Raya Nyepi bisa jadi solusi untuk mengatasi dampak perubahan iklim
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News