Sumba NTT ‘Dihajar’ 82.396 Sambaran Petir, 26.633 Tergolong Paling Berbahaya, Ngeri

Rabu, 24 November 2021 – 13:03 WIB
Sumba NTT ‘Dihajar’ 82.396 Sambaran Petir, 26.633 Tergolong Paling Berbahaya, Ngeri - JPNN.com Bali
Ilustrasi petir. Foto: ANTARA

bali.jpnn.com, KUPANG - Stasiun Geofisika Sumba Timur Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhati-hati.

Permintaan ini menyusul tingginya sambaran petir di kawasan tersebut sepanjang periode Oktober 2021 lalu.

BMKG mencatat sebanyak 82.396 kejadian sambaran petir di wilayah tersebut.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Sumba Timur Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kustoro Haryatmoko, kejadian sambaran petir ini terdiri atas jenis petir awan ke tanah 26.633 kejadian dan petir dalam awan 55.763 kejadian.

“Kejadian sambaran petir ini tergolong tinggi, tolong hati-hati,” ujar Kustoro Haryatmoko.

Menurut Kustoro, jenis petir awan ke tanah atau Cloud to Groud Strokes (CG) merupakan jenis petir yang harus diwaspadai karena paling berbahaya dari semua jenis petir.

Petir jenis ini paling merusak dan berbahaya karena dapat menyambar langsung ke pemukiman atau kawasan perkantoran yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa dan kerusakan bangunan.

Sementara petir dalam awan atau Intercloud (IC) terjadi di antar awan atau di dalam awan yang sangat berbahaya bagi penerbangan karena sambarannya menjalar melalui udara di antara dua badai petir atau thunderstorm.

BMKG melaporkan data mencengangkan. Pulau Sumba NTT selama Oktober 2021 dihajar 82.396 sambaran petir, 26.633 di antaranya tergolong paling berbahaya, ngeri
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News