Cuaca Buruk di NTT, BMKG Imbau Warga Jauhi Tempat-tempat Bahaya Ini

Selasa, 18 Januari 2022 – 10:39 WIB
Cuaca Buruk di NTT, BMKG Imbau Warga Jauhi Tempat-tempat Bahaya Ini - JPNN.com Bali
Ilustrasi - Hujan mengguyur Kota Kupang, NTT. Foto: ANTARA/Aloysius Lewokeda

bali.jpnn.com, KUPANG - Tingginya curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) harus terus diwaspadai semua pihak.

Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di NTT mengungkapkan bawah peningkatan curah hujan di provinsi kepulauan itu masih terjadi. 

"Berdasarkan analisa dinamika atmosfer, peningkatan curah hujan selama beberapa hari ke depan dari 18-20 Januari 2022 terjadi di sebagian besar wilayah NTT sehingga perlu diwaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa (18/1). 

Ia menjelaskan pada 18 Januari 2022, wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat yaitu Kabupaten Manggarai Barat, sebagian Manggarai Timur, Ngada, Ende, Alor, Kupang, Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah. 

Kemudian pada 19 Januari 2022, kata dia potensi cuaca ekstrem yang sama melanda wilayah Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, serta sebagian Manggarai Timur, Ngada, Kupang, Belu dan Malaka. 

Selanjutnya pada 20 Januari 2022, potensi cuaca ekstrem melanda Flores Timur, Lembata, Alor, serta sebagian Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur. 

Agung mengimbau masyarakat di wilayah terdampak potensi peningkatan curah hujan agar melakukan upaya-upaya mitigasi seperti menghindari daerah rentan bencana seperti lembah sungai, lereng yang rawan longsor, pohon yang mudah tumbang. 

Selain itu mewaspadai potensi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir atau banjir bandang, tanah longsor terutama di daerah yang rentan. 

Waspadai cuaca buruk di NTT, BMKG mengimbau agar warga menjauhi tempat-tempat bahaya berikut ini
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News