Kematian Haryani Jadi Kontroversi, Ini Temuan Terbaru Forensik RS Sanglah

Kamis, 05 Agustus 2021 – 20:11 WIB
Kematian Haryani Jadi Kontroversi, Ini Temuan Terbaru Forensik RS Sanglah - JPNN.com Bali
Ilustrasi. (dok.JPNN)

bali.jpnn.com, DENPASAR - Teka-teki kematian Haryani, 51, di bekas kompleks lokalisasi Padanggalak, Denpasar Timur, masih jadi kontroversi.

Ada indikasi Haryani meninggal karena jadi korban penganiayaan. Dugaan mengemuka karena hidung dan mulut korban keluar darah. Benarkah korban meninggal karena dianiaya?

Dokter Forensik RS Sanglah belum memastikan. Pasalnya, sampai saat ini tidak ada tindakan otopsi untuk mengetahui secara mendalam penyebab kematian perempuan kelahiran Bondowo, Jawa Timur itu.

“Sampai saat ini tidak ada tindakan otopsi,” ujar ahli forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi, dikutip dari Radarbali.id.

Yang dilakukan tim forensik baru sebatas melakukan pemeriksaan luar (PL). Hasilnya, tidak ditemukan luka pada tubuh korban.

Bagaimana dengan temuan darah yang keluar dari hidung korban? Menurutnya, pada saat pemeriksaan luar tidak ditemukan darah keluar dari hidung.

“Tidak ada keluar darah dari hidung. Kalau bekas digigit semut ada darah sedikit di bagian perut,” papar dr. Dudut.

Sebagaimana diberitakan, saat itu saksi sempat mendengar korban berteriak minta tolong. Saksi pun bergegas datang dan menolong korban.

Yang dilakukan tim forensik baru sebatas melakukan pemeriksaan luar (PL). Hasilnya, tidak ditemukan luka pada tubuh korban.
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News