Bom Bali Jadi Kisah Paling Pilu, Komjen Boy Ingatkan Ini Jelang KTT G20

Kamis, 30 Juni 2022 – 06:30 WIB
Bom Bali Jadi Kisah Paling Pilu, Komjen Boy Ingatkan Ini Jelang KTT G20 - JPNN.com Bali
Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar (tiga kanan) dan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (empat kanan) menunjukkan dokumen deklarasi kesiapsiagaan nasional terhadap ancaman terorisme yang ditandatangi sejumlah perwakilan kelompok masyarakat di Badung, Bali, Rabu (29-6-2022). Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi

bali.jpnn.com, DENPASAR - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) belajar banyak pada peristiwa Bom Bali 1 pada tanggal 12 Oktober 2002 dan Bom Bali 2 pada tanggal 1 Oktober 2005.

Oleh karena itu, BNPT telah memetakan potensi bencana dan menyusun berbagai langkah untuk mencegah peluang itu tumbuh, apalagi berujung menjadi aksi teror.

"Kita tidak boleh underestimate (meremehkan, red.) ancaman terorisme.

BNPT pada tugas bidang lainnya terus melakukan pencermatan, mapping (memetakan, red) pergerakan kelompok-kelompok jaringan terorisme yang ada.

Saya dan kita tidak ingin peristiwa-peristiwa memilukan, menyakitkan bagi kita semua terjadi lagi," kata Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar selepas memimpin acara deklarasi kesiapsiagaan nasional terhadap ancaman terorisme di Badung, Bali, kemarin.

Menurut Komjen Boy, pencegahan terhadap ancaman teror dimulai dari membangun kewaspadaan di tingkat masyarakat.

"Kewaspadaan itu tidak hanya milik aparatur negara, pemerintah saja, tetapi kewaspadaan itu juga menjadi milik masyarakat," ujar Komjen Boy.

Oleh karena itu, BNPT bersama sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama, dan mahasiswa di Badung, Rabu, mendeklarasikan kesiapsiagaan nasional terhadap ancaman terorisme menjelang puncak acara KTT G20 di Bali, 15 – 16 November 2022 mendatang.

Bom Bali 1 dan 2 menjadi kisah paling pilu yang dialami masyarakat Pulau Dewata, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar ingatkan ini jelang KTT G20

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News