Update Proyek Bali Subway! Bupati Giri Prasta Sebut Maret 2025 Tancap Gas

Tunnel Boring Machine yang dipesan investor untuk di Bali memiliki diameter 7,2 meter, lebih besar dari Mass Rapid Train (MRT) Jakarta yang hanya 6,4 meter.
Pemesanan TBM dengan diameter yang lebih besar lantaran kereta yang akan dikembangkan di Bali adalah MRT, bukan LRT (light rail train).
“Kita membutuhkan angkutan yang besar, MRT lebih pas dibandingkan dengan LRT yang lebih kecil,” kata Bupati Giri Prasta.
Kedalaman tanah dalam pengerjaan konstruksi proyek kereta bawah tanah ini direncanakan sedalam 30 meter.
Pembangunan jalur bawah tanah nantinya menggunakan jalur ganda dengan ukuran standar 1.435 mm dalam pekerjaan struktur stasiun Bali Urban Subway koridor.
Bupati Giri Prasta menambahkan akan ada empat fase dalam pembangunan kereta bawah tanah untuk mengatasi stagnasi penyediaan layanan transportasi publik di Bali.
Fase pertama dari Bandara I Gusti Ngurah Rai terhubung ke Sentral Parkir Kuta, Seminyak, Berawa (Badung), dan Cemagi (Tabanan).
Fase kedua dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Jimbaran, Universitas Udayana, dan Nusa Dua.
Setelah groundbreaking Transit Oriented Development (TOD) Sentral Parkir Kuta, September 2024 lalu, proyek Bali Subway akan berjalan Maret 2025 mendatang.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News