Distan Buleleng Kembangkan Teknologi Hazton, Hasil Panen Naik Berlipat

“Jadi, dalam lima tahun terakhir, hasil produksi gabah dengan metode konvensional di Buleleng cenderung stagnan,” katanya.
Oleh karena itu, Dinas Pertanian Buleleng melakukan terobosan dengan mengadopsi metode Hazton, yang sebelumnya dianalisis dan diterapkan di Kalimantan dengan hasil yang sangat memuaskan.
"Dahulu hasilnya hanya lima ton, dengan metode Hazton bisa mencapai sembilan sampai 10 ton.
Ada peningkatan sekitar 50 persen dari produksi petani konvensional," kata Kadis Pertanian Made Sumiarta.
Metode Hazton memiliki beberapa perbedaan dibandingkan dengan metode konvensional.
Salah satunya adalah penggunaan benih yang lebih banyak, menyebabkan waktu panen lebih cepat sekitar 10 hari dan jumlah panen yang lebih banyak.
Konsekuensinya, metode tanam Hazton ini lebih boros dari sisi ketersediaan benih dan pupuk.
Namun, meski lebih boros, metode tanam ini diyakini bisa meningkatkan produksi lebih pesat.
Dinas Pertanian Buleleng mulai mengembangkan Teknologi Hazton sejak beberapa bulan terakhir, hasil panen bisa naik berlipat
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News