Red Devil Ancam Keanekaragaman Hayati Danau Batur Kintamani Bali

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Bangli I Wayan Sarma mengatakan penanganan ikan Red Devil dirangkaikan dengan penaburan eco enzym di Danau Batur.
"Hasilnya secara kasat mata sudah bisa kita lihat bahwa air danau tampak lebih jernih," ujar Wayan Sarma.
Dinas PKPP Bangli telah melakukan dua upaya untuk menangani masalah ini.
Pertama, pernah menawarkan hasil tangkapan ikan Red Devil ini ke pengelola Taman Safari agar ikan tersebut bisa menjadi pakan hewan, tetapi ternyata tidak memenuhi syarat.
Kedua, pemanfaatan ikan Red Devil untuk menjadi kuliner, yaitu berupa olahan krispi
Saat ini sudah ada dua kelompok binaan.
Namun, serapan bahan baku mereka belum maksimal.
Hasil penangkapan Red Devil oleh masyarakat pesisir ditawarkan ke pengusaha pabrik pakan ternak yang ada di Pengambengan Jembrana, untuk diolah menjadi tepung ikan. (lia/JPNN)
??
Ikan predator Red Devil mengancam keanekaragaman hayati Danau Batur Kintamani Bali lantaran memangsa telur ikan hingga ikan kecil
Redaktur & Reporter : Ali Mustofa
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News