BMKG: Fenomena El Nino Mempengaruhi Cuaca di Bali, Hujan Relatif Normal

Menurut Nyoman Gede Wiryajaya, level moderat El Nino masih terjadi hingga Januari-Februari 2024.
Indeks El Nino diperkirakan mulai level lemah pada periode Januari, Februari, dan Maret (JFM) 2024, diperkirakan di bawah indeks 1.
“Jika (indeks) minus 0,5 sampai dengan 0,5, maka itu kondisi normal,” ujar Nyoman Gede Wirjayaya lagi.
BMKG memperkirakan kondisi normal itu diperkirakan terjadi mulai periode Maret, April, dan Mei (MAM).
Nyoman Gede Wiryajaya mengatakan pada saat terjadi El Nino, daerah pertumbuhan awan bergeser dari wilayah Indonesia ke wilayah Samudra Pasifik bagian Tengah.
Kondisi ini menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.
Berdasar analisis BBMKG Denpasar, dalam tiga hari mendatang yakni pada 9 - 11 Januari 2024 cuaca di Bali secara umum diperkirakan berawan.
Meski demikian masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat secara tidak merata di seluruh Bali.
BMKG Wilayah III Denpasar: Fenomena El Nino masih mempengaruhi cuaca di Bali, hujan relatif normal, tidak terjadi peningkatan signifikan
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News