Mahasiswa Papua Mengamuk Ngotot Gelar Aksi di Bundaran Renon, Ancamannya Maut

"Kami sebagai pemilik wilayah tidak menerima tembusan surat izin.
Kami juga tidak ingin terjadi bentrok dengan PGN di wilayah kami," ujar salah seorang pecalang dengan lantang di tengah aksi.
Kendati diadang, massa PRP Bali yang dipimpin Yesaya bersikukuh untuk melanjutkan aksinya menuju Bundaran Hang Tuah Renon.
"Jika hanya melakukan aksi dibatasi, bagaimana dengan rakyat Papua? Masyarakat Bali sedang tidak baik-baik saja," kata Yesaya.
Massa pun mendesak agar pecalang dan petugas kepolisian memberi jalan kepada mereka untuk tetap menggelar demonstrasi.
Jelang tengah hari, tepatnya sekitar pukul 11.30 WITA, kesabaran massa PRP habis.
Aksi saling dorong pun tak terhindarkan.
"Jika kami tidak diberi jalan, kami akan diam di sini sampai sore," teriak massa PRP Bali.
Mahasiswa Papua yang tergabung dalam wadah Petisi Rakyat Papua (PRP) mengamuk ngotot menggelar aksi di Bundaran Renon, lihat yang terjadi, Hhmm
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News