APBD Bali 2022 Defisit Triliunan, Pendapatan Rp 5 Triliun, Belanja Daerah Rp 6 Triliun

Senin, 22 November 2021 – 19:46 WIB
APBD Bali 2022 Defisit Triliunan, Pendapatan Rp 5 Triliun, Belanja Daerah Rp 6 Triliun - JPNN.com Bali
Gubernur Bali Wayan Koster merespons pandangan fraksi saat pengesahan lima ranperda menjadi lima perda di gedung DPRD Bali, Senin (22/11). (Istimewa)

bali.jpnn.com, DENPASAR - Pemprov dan DPRD Bali mengesahkan Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 menjadi Peraturan Daerah (Perda), Senin (22/11).

Dalam Sidang Paripurna ke-36 DPRD Bali terungkap, Pendapatan Daerah Bali untuk anggaran 2022 ditetapkan sebesar Rp 5.044.664.586 atau Rp 5 triliun lebih.

Sedangkan besaran Belanja Daerah ditetapkan jauh lebih besar alias defisit, yakni sebesar Rp 6.102.490.842 atau Rp 6 triliun lebih.

Dengan demikian, APBD Tahun Anggaran 2022 Provinsi Bali dipastikan defisit mencapai Rp 1.057.826.256 atau Rp 1 triliun lebih.

Gubernur Bali Wayan Koster seusai penetapan perda menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada DPRD Bali atas dinamika pembahasan RAPBD 2022 Provinsi Bali ini.

“Seluruh pandangan, usul dan saran dari segenap anggota dewan, akan menjadi catatan dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan pada masa-masa mendatang.

Dengan disetujuinya Raperda ini maka selanjutnya saya akan sampaikan ke pemerintah pusat untuk dievaluasi," papar Wayan Koster.

Dalam sidang paripurna yang dihadiri 40 anggota DPRD Bali, baik secara online maupun offline ini, juga mengagendakan penyampaian pandangan umum fraksi terkait 5 Raperda.

APBD Bali 2022 mengalami defisit triliunan. Betapa tidak, pendapatan pada 2022 dipatok Rp 5 triliun, belanja daerah yang dihabiskan sebesar Rp 6 triliun