Begini Proses Pembuatan Garam di Bali Salt Pemuteran; Produksi 2 Ton, Ekspor ke Eropa

Minggu, 14 November 2021 – 11:49 WIB
Begini Proses Pembuatan Garam di Bali Salt Pemuteran; Produksi 2 Ton, Ekspor ke Eropa - JPNN.com Bali
Wabup Buleleng Nyoman Sutjindra melihat proses pembuatan garam tradisional di Salt Artisanal Pemuteran yang mampu tembus pasar ekspor ke Eropa, Asia dan Australia. (Istimewa)

bali.jpnn.com, SINGARAJA - Selain di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, garam tradisional lokal Bali juga banyak ditemui di kawasan pesisir Buleleng.

Sentra pembuatannya tersebar, mulai dari Desa Les, Desa Tejakula, Desa Pejarakan serta di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Produk garam tradisional lokal Bali asal Buleleng yang paling dikenal adalah garam Bali Salt Artisanal, yang diproduksi oleh petani-petani garam di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Para petani di desa ini tergabung dalam Kelompok Uyah Buleleng di Desa Pemuteran, Gerokgak, Buleleng.

I Wayan Kanten, Ketua Kelompok Uyah Buleleng menceritakan, proses pembuatan garam Bali Salt Artisanal Pemuteran ini.

Ia menjelaskan, kelompoknya mengambil bahan garam dari sentra produk garam tradisional lokal Bali yang ada di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

“Sebelum dijual di pasaran, kami proses garam ini dengan berbagai tahapan," kata Wayan Kanten.

Pembuatannya diawali dengan proses peleburan, pelarutan garam, kemudian proses pengendapan garam selama 4 hari dengan tujuan untuk membersihkan garam dari kotoran.

Proses pembuatan garam Bali di Salt Artisanal Pemuteran cukup menarik. Sebulan mampu produksi 2 ton garam, dan mampu ekspor ke Australia, Asia, dan Eropa