Gempa Berulang Ancam Bali, PVMBG Minta Warga Tak Bangun Pemukiman di Tebing Kaldera

Minggu, 24 Oktober 2021 – 04:15 WIB
Gempa Berulang Ancam Bali, PVMBG Minta Warga Tak Bangun Pemukiman di Tebing Kaldera - JPNN.com Bali
Material longsor di Desa Trunyan, Kintamani, Bangli, menimbun rumah korban yang berada di pinggir Danau Batur. (Istimewa)

bali.jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta Pemprov Bali melakukan langkah mitigasi pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan terkena dampak gempa.

Terutama warga yang tinggal di kawasan pegunungan tengah Bali.

Berdasar analisis BMKG, gempa secara berulang kerap terjadi di Bali, terutama yang berdekatan dengan Gunung Agung, Karangasem dan Gunung Batur, Bangli.

Sekadar diketahui, kerusakan yang diakibatkan gempa Karangasem, Sabtu (16/10) dini hari di dua kabupaten di Provinsi Bali tergolong masif meski kekuatan gempa hanya 4,8 skala richter (SR).

Selain menimbun korban, dua di antaranya meninggal dunia, longsor menutup badan jalan dan menutup akses ke Desa Trunyan.

Sampai saat ini longsor susulan masih terjadi seiring turunnya hujan di kawasan terdampak gempa di kawasan tersebut.

Ini bukti bahwa collateral hazard (dampak ikutan) ini akan terus terjadi.

“Ini yang harus diantisiapasi ke depan sebagai upaya mitigasi masyarakat yang tinggal di pegunungan tengah Bali.

Gempa berulang ancam Bali, PVMBG mengingatkan warga dan pemerintah daerah tidak membangun pemukiman di tebing kaldera