Inflasi Bali 2,07 Persen, Hujan Ekstrem Picu Harga Komoditas Pokok Meroket

Selasa, 04 Januari 2022 – 22:42 WIB
Inflasi Bali 2,07 Persen, Hujan Ekstrem Picu Harga Komoditas Pokok Meroket - JPNN.com Bali
Ilustrasi penjual memilah cabai rawit di pasar tradisional. Foto: ANTARA/Siswowidodo

bali.jpnn.com, DENPASAR - Sepanjang tahun 2021, Provinsi Bali mencatatkan angka inflasi sebesar 2,07 persen (yoy), masih di atas ambang inflasi nasional sebesar 3+1 persen.

Data tersebut dipublikasikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho, dalam keterangan tertulisnya yang disiarkan, Selasa (4/1).

Besaran inflasi bulanan, kata Trisno, terjadi peningkatan pada bulan ini, yakni sebesar 0,88 persen berbanding 0,63 persen pada bulan sebelumnya.

Dari 9 kabupaten/kota di Bali, Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng mengalami peningkatan inflasi cukup signifikan, yakni mencapai masing-masing 0,75 persen dan 1,70 persen.

Besaran inflasi di Bulan Desember 2021 ini, lanjut Trisno Nugroho, berimbas pada lonjakan harga cukup signifikan terhadap sejumlah produk komoditas pokok.

Beberapa produk barang yang dirasakan paling memberatkan kenaikan harganya, di antaranya cabai rawit, minyak goreng, dan telur ayam ras.

Khusus kenaikan harga cabai rawit, Trisno mengungkap, penyebab utamanya adalah frkeuensi curah hujan yang ekstrem sepanjang Desember 2021 lalu.

"Sehingga mengganggu kapasitas produksi cabai rawit," sebut Trisno Nugroho.

Bank Indonesia melaporkan inflasi Bali sepanjang 2021 sebesar 2,07 Persen. Hujan ekstrem memicu harga komoditas bahan pokok meroket

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News