BMKG Sebut Titik Panas Bermunculan di NTT, Dominan di Sumba Timur

Selasa, 21 September 2021 – 20:39 WIB
BMKG Sebut Titik Panas Bermunculan di NTT, Dominan di Sumba Timur - JPNN.com Bali
Sebaran titik panas yang ditandai dengan titik berwarna merah yang muncul di wilayah NTT, pada Selasa (21/9/2021). Foto: Antara/HO-Stasiun Meteorologi El Tari Kupang

bali.jpnn.com, KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) melaporkan titik panas bermunculan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa hari ini (21/9).

20 titik panas menyebar di tiga kabupaten di Provinsi NTT pada pukul 01.00 – 18.00 Wita.

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG, Agung Sudiono Abadi, sebaran titik panas yang muncul lebih banyak berada di Kabupaten Sumba Timur.

Masing-masing Kecamatan Paberiwai empat titik, Kecamatan Pandawai, Rindiumalulu, Tabudung masing-masing tiga titik, Kecamatan Leharu dua titik, dan Kecamatan Lewa satu titik.

"Sebaran titik panas terdeteksi berdasar analisis peta dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) dengan tingkat kepercayaan 80 persen,” ujar Agung Sudiono Abadi di Kupang.

Selain itu titik panas juga muncul di Kabupaten Kupang tersebar di Kecamatan Amfoang Timur dua titik dan Kecamatan Takari satu titik, serta satu titik panas di Kecamatan Paga Kabupaten Sikka.
Agung Sudiono menjelaskan satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan 1 kilometer persegi pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi 2-4 kali per hari.

“Pada wilayah yang tertutup awan, maka titik panas tidak dapat terdeteksi,” kata Agung Sudiono Abadi.

Citra satelit tersebut, menurut dia, hanya menilai anomali reflekstifitas dan suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas, namun penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat dipastikan.

Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG melaporkan munculnya 20 titik panas di Provinsi NTT, dominan di Kabupaten Sumba Timur